Kajian Ilmu Tajwid tentang Hukum Mim Mati
Hukum Mim mati terbagi menjadi 3
bagian; idgham mitslain, ikhfa’ syafawi, izhar syafawi
a.
Idgham
mitslain
Ialah apabila ada mim mati yang setelahnya berupa huruf mim yang
hidup, maka cara membacanya harus di idghamkan pada huruf yang serupa dengan
mim mati dengan berdengung yang sempurna.
Contoh
kalimat
|
Sebab
|
لَهُمْ مَثَلًا
|
مْ – م
|
وَلَكُمْ مَا فِى الْأَرْضِ
|
مْ – م
|
وَ لَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ
|
مْ – م
|
b.
Ikhfa’
syafawi
Ialah apabila ada mim mati yang bertemu dengan huruf ba’, maka cara
membacanya dengan menyamarkan huruf mim mati kepada huruf ba’ dan didengungkan.
Contoh
kalimat
|
Sebab
|
تَرْ مِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ
|
مْ – ب
|
وَهُمْ بِالْأَخِرَةِ
|
مْ – ب
|
c.
Izhar
syafawi
Ialah apabila ada mim mati yang bertemu dengan huruf selain mim dan
ba’, akan tetapi ketika mim mati bertemu dengan huruf waw atau fa’ maka
kejelasan dalam membacanya dilebihkan.
Contoh
kalimat
|
Sebab
|
وَهُمْ فِيْهَا
|
مْ – ف
|
عَلَيْهِمْ وَلَاالضّالِّيْنَ
|
مْ – و
|
Sekian pembahasan tentang hukum mim mati, semoga bermanfaat dan menambah semangat kita dalam melantunkan kalam Allah Swt. untuk rujukan teman-teman bisa melihatnya di kitab "HIDAYATUL MUSTAFID" karya Muhammad Mahmud.

Thoyiib khi,,,������
ReplyDeletesukron ya syekh
ReplyDelete