Kajian Ilmu Tajwid tentang Waqof
Fasal menerangkan tentang Waqof
A.
Pengertian
waqof
Waqof menurut bahasa ialah berhenti.
Sedangkan menurut istilah ialah menghentikan suara dan perkataan sebentar (menurut
adat) untuk bernafas, bago qori’ dengan niat untuk melanjutkan bacaan
selanjutnya bukan untuk meninggalkan bacaan.
B.
Pembagian
waqof
Waqof terbagi menjadi 4 yaitu :
1. Waqof
Tam (التّام) ialah waqof atas kalimat yang tidak
berhubungan baik dengan kalimat sebelumnya atau sesudahnya. Baik dari sedi
lafadz atau maknanya. Waqof ini tempatnya bermacam-macam yaitu :
· Pada akhir semua ayat
· Di akhir ayat qishos (cerita). Al-Baqoroh ayat 5
· Ada ditengah-tengah ayat.
· Di akhir ayat di tambah sedikit awal ayat
· Terdapat pada arti ayat yang sempurna
· Terdapat sebelum ayat nida, fi’il amar, qosam dan lam qosam
2. Waqof
kafi (الكا فى) ialah waqof atas kalimat yang tidak
berhubungan dari segi lafadz (i’robnya) baik sebelum atau sesudahnya tapi tidak
dalam segi makna. Jika berhenti disini, maka seorang qori’ tidak perlu lagi
mengulang dengan kalimat sesudahnya. Contoh :
·
Di akhir
ayat (البقرة) مِمَّا
رَزَقْنَا هُمْ يُنْفِقُوْنَ و
·
Di pertengahan
ayat : قُلُوْ بِهِمُ
الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ (كف) قُلْ بِئْسَمَا فى
·
Jika
banyak waqof kafi dalam satu ayat, maka yang lebih utama berhenti pada waqof
kafi yang terakhir.
3. Waqof
Hasan (الحسن) ialah waqof atas kalimat yang telah sempurna
kalmatnya, akan tetapi masih berhubungan dengan kalimat sesudahnya baik dari
segi lafadz atau maknanya. Boleh berhenti pada waqof hasan tanpa mengulangi
lafadz sebelumnya seperti lafadz حمد لله ال berhenti dan meneruskan pada العا
لمين رب tidak apa-apa,
tapi jika nafas masih panjang lebih baik untuk meneruskannya.
4. Waqof
Qobih (القبيح) ialah berhenti pada kalimat yang belum
sempurna susunannya. Baik lafadz atau maknanya. Seperti pada kalimat ملك pada
ayat ملك النّاس karena
keduanya berupa susunan idhofiyyah. Hukum waqof ini adalah tidak boleh.
"Bersahabatlah dengan Al-Qur'an, bahkan seandainya mentari tak lagi bersinar, hatimu tak akan pernah gulita". K.H Abdul Karim.

0 Response to "Kajian Ilmu Tajwid tentang Waqof"
Post a Comment
Silahkan komentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan, apabila ada kritik atau saran mohon disampaikan dengan sopan.