ANJURAN KASIH SAYANG KE SEMUA MAKHLUK
Wednesday, January 16, 2019
Edit
ANJURAN KASIH SAYANG KE SEMUA MAKHLUK
Dari
Abdulloh bin Umar RA berkata, Rasululloh SAW bersabda: Orang-orang yang
pengasih akan dikasihi Allah SWT sang Maha Pengasih, Kasihilah siapapun di bumi
maka yang di langit akan mengasihimu.
Kabar
yang menyempurnakan dan sesuai dengan hadist ini adalah kisah tentang Umar RA,
Suatu ketika beliau berjalan kaki di jalanan kota, kemudian beliau melihat anak
kecil yang di tangannya ada seekor burung, burung tersebut di buat mainan oleh
anak kecil itu, lantas Umar RA merasa kasihan terhadap burung tersebut dan
dibelilah burung tersebut dari anak kecil itu lalu dilepaskan oleh beliau RA.
Ketika
Umar RA wafat banyak orang yang yang melihat beliau dalam mimpi dan mereka
menanyakan tentang keadaan beliau,
Mereka
bertanta “apa yang Allah lakukan kepadamu?”
Beliau
menjawab “Allah telah mengampuni dan memaafkanku”,
Mereka
kembali bertanya “Dengan amal apa? Dengan kedermawananmu atau keadilanmu atau
kezuhudanmu?”
Beliau
menjawab “Ketika kalian meletakanku di dalam kubur, memendamku dengan tanah dan
meninggalkanku sendirian, datanglah kepadaku dua malaikat yang gagah hinagga
membuat akalku tak bisa berfikir dan persendihanku gemetar karena kegagahannya,
kedua malaikat itu membawaku, mendudukanku dan hendak menanyaiku,
Saat
itu aku mendengar “Tinggalkan hamba-Ku dan jangan kalian menakutinya karena Aku
menyayanginya dan memaafkannya karena dia telah menyayangi seekor burung di
dunia maka Aku menyayanginya di akhirat.
Allah
SWT berfirman terkait imbalan yang akan diterimah hamba-Nya yang berbuat baik
kepada sesama.
وَ مَا تُقَدِّمُوْا ِلَانْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرِ تَجِدُوْهُ عِنْدَ
اللهِ هُوِ خَيْرًا َواَعْظَمَ اَجْرا
“kebaikan
apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di
sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.” (Al-Muzzammil : 20)
Ada
sebuah kisah tentang seseorang yang merasa iba kepada seorang janda dan memilki
empat putri, selama empat hari belum makan sama sekali.
Imam
Abdulloh bin Mubarok memiliki kebiasaan berhaji dan berjihad secara bergantian
setiap tahun. Jika pada tahun itu berangkat haji, beliau tidak akan berjihad.
Begitu juga sebaliknya.
Beliau
menceritakan pengalaman hidupnya,
Pada
tahun aku berencana melakukan haji, aku berangkat ke kufah di pasar hewan untuk
membeli unta. Aku membawa uang 500 dinar. Dari kufah berencana langsung
melanjutkan perjalanan ke tanah suci makkah. Di tengah perjalanan aku melihat
wanita mencabuti bulu bebek. Aku menduga bebek itu adalah bangkai, karena tidak
ada bekas penyembelihan di lehernya. Aku mendekati wanita itu, kemudian
berkata,
“kenapa
anda melakukan hal ini?”
“wahai
hamba Allah, kamu bertanya sesuatu yang tidak ada manfaatnya untukmu.” Jawab wanita
itu cuek.
Mendengar
jawabannya, aku semakin penasaran. Aku terus mendesaknya untuk menjawab.
Wanita
itu akhirnya luluh. Dia bersedia menceritakan yang dialaminya, “kamu telah
memaksaku untuk membuka rahasia kepadamu. Semoga Allah merahmatimu. Aku mempunyai
empat orang putri, ayahnya baru saja meninggal. Hari ini adalah hari ke empat
aku tidak makan sesuatu. Sehingga halah bagi kami memakan bangkai ini. Aku mengambil
dan membersihkan bebek ini, kemudian aku bawa untuk dimakan putri-putriku.”
Gerimis
hatiku mendengarnya. Aku berkata kepada diriku sendiri dalam hati, “Celaka kamu
ibnu Mubarok. Apa yang harus kamu perbuat melihat kejadian ini?”
Aku kemudian
berkata kepada wanita itu,
“bentangkan
kain bajumu!”
Dia segera
membentangkan kain yang ia kenakan. Aku menyerahkan semua uangku untuk bekal
haji ke atas kain. Wanita itu hanya menundukan kepala, tidak melihat ke arahku.
“Pulanglah
ke rumahmu! Gunakan uang ini untuk kebutuhanmu.” Aku berkata kepadanya.
Aku mengurungkan
niatku berangkat haji. Allah telah mencabut dari hatiku berangkat menuju
baitullah pada tahun ini. Aku berencana pulang ke desaku. Namun untuk sementara
waktu aku tinggal di daerah itu, untuk menunggu orang-orang yang berangkat haji
pulang dari tanah suci.
Sehingga aku bisa pulang kembali ke desa asal bersama
orang-orang yang pulang haji.
Ketika
aku sampai di desaku, tetangga dan sahabatku yang berangkat haji tahun ini
menyambut kedatanganku. Aku berkata satu persatu dari mereka, “Semoga Allah
menerima haji anda dan membalas amal anda dengan kebaikan.”
Yang
mengherankan mereka pasti balik berkata, “anda juga. Semoga haji dan amal anda
diterima. Kami kemarin berjumpa dengan anda saat ibadah haji di sini, di sini
dan di sini.”
Banyak
sahabat dan tetanggaku yang mengaku berjumpa denganku saat di tanah suci. Aku jadi
bingung. Semalaman aku memikirkan hal ini.
Dalam
tidur aku berjumpa dengan Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Wahai Abdullah,
jangan heran. Kamu telah menolong umatku yang kesusahan, maka aku memohon
kepada Allah agar menciptakan malaikat yang rupa dan fisiknya sama denganmu. Dia
menggantikan hajimu.”
Bersykurlah
kita yang masih di beri Alllah kesehatan, berfunsginya semua anggota tubuh, rizki
yang cukup, namun masih banyak di luar sana, mereka yang tidak mempunyai
apa-apa, anggota tubuhnya tidak senormal seperti keadaan kita, disinilah fungsi
kita diciptakan Allah di pentas bumi ini sebagai kholifatu fil ‘ardh, menjaga
ketentraman dan kesejahteraan di bumi yakni salah satunya dengan menebar kasih
sayang ke seluruh penjuru dunia, baik kepada manusia, binatang, tumbuhan dan
semua ada yang di antara langit dan bumi.
Sumber
tulisan :
Mawaizul
Ushfuriyah
Alfu
Qishshotin Wa Qishshotin Min Qishoshis Sholihin Was Sholihat Wa Nawadiriz
Zahidin Wa Zahidat
Related Posts
