GHORIBUL KALIMAT
Friday, January 25, 2019
Edit
GHORIBUL KALIMAT
Ghorib berarti aneh atau langka,
yang dimaksud disini adalah bacaan-bacaan dalam al-Qur’an yang aneh atau tidak
sesuai dengan konsep teori ilmu tajwid yang pernah penulis bahas sebelum
artikel ini. Untuk pembahasan sebelumnya bisa pembaca lihat di artikel penulis
sebelumnya yang sudah terteradi samping. Perbedaan bacaan ini disebabkan lahjah
atau dialek masyarakat arab yang berbeda-beda sehingga muncul bacaan-bacaan
yang berfariasi yang terkenal dengan Qiro’ah Sab’ah yaitu qiro’ah yang
diriwayatkan oleh imam tujuh dan semua ini mutawatir dari nabi bertujuan untuk
mempermudah kepada masyarakat arab dalam mempelajari ilmu al-Qur’an.
Dari sekian qiro’ah tersebut yang
paling populer dan banyak dipakai di Indonesia adalah qiro’ah riwayat Hafs an
Ashim. Dalam riwayatnya itu ada sebagian kalimat yang dibaca keluar dari
kaidah-kaidah secara umum yang akan
dikemukakan satu persatu, namun, karena keterbatasan kemampuan penulis,
mungkin akan disampaikan sebagian.
A.
Isymam
Bacaan ini
terdapat pada surat yusuf ayat 11. Kalimat tersebut asalnya adalah لاَ تَأْ مَنُنَا kemudian
nun yang pertama diidghomkan pada nun yang kedua, sebagai bukti idghom
diberinya syiddah pada huruf yang dimasuki yaitu huruf yang kedua. Cara
membacanya dengan mencampur fathah dan dhommah dengan mencucu pada pertengahan
ghunnah.
B.
Tashil
Bacaan ini
terdapat pada surat fusshilat ayat 44. Lafadznya adalah أ ا عجميٌّ cara membacanya yakni hamzah yang kedua dibaca tashil yakni
tengah-tengah antara hamzah dan alif jadi seperti suara ha’ yang samar-samar.
C.
Imalah
Bacaan ini
terdapat pada surat hud ayat 41. Lafadznya adalah مجرها cara membacanya
mencondongkan huruf ro’ yaitu membaca antara harakat fathah dan kasroh dominan
dengan bunyi huruf “E”
D.
Sakta
Yakni menahan
sejenak bacaan tanpa bernafas. Bertujuan untuk menghindari kesalahan dalam
pengartian. Ukuran berhentinya satu alif. Dalam qira’at riwayat Hafs an Ashim
terdapat empat tempat, yakni:
1.
Surat
Al Kahfi ayat 1
2.
Surat
Yasin ayat 52
3.
Surat
Al Muthoffifin ayat 14
4.
Surat
Al Qiyamah ayat 27
E.
Sujud
Tilawah
Sujud tilawah
adalah sujud dikarenakan membaca atau mendengar ayat-ayat al Qur’an tertentu.
Disunnhakan bagi Qori’ untuk melakukan sujud tilawah ketika mendengar atau
membaca ayat-ayat sajadah. Dan ada riwayat yang mengatakan bisa diganti dengan
membaca “Baqiyatussholihah” sebanyak tiga kali apabila kondisi tidak
memungkinkan untuk sujud ketika itu. Ayat sajadah ini terdapat pada lima belas
tempat dalam Al-Qur’an, antara lain:
1.
Surat
Al-A’rof ayat 26
2.
Surat
Ar-Ra’du ayat 15
3.
Surat
An-Nahl ayat 49
4.
Surat
Al-Isro’ ayat 108-109
5.
Surat
Maryam ayat 58
6.
Surat
Al-Hajj ayat 18
7.
Surat
Al-Hajj ayat 77
8.
Surat
Al-Furqon ayat 60
9.
Surat
An-Naml ayat 24-25
10.
Surat
Al-Sajadah ayat 15
11.
Surat
Shod ayat 24
12.
Surat
Fusshilat ayat 27-28
13.
Surat
An-Najm ayat 62
14.
Surat
Al-Insyiqoq ayat 21
15.
Surat
Al-Alaq ayat 19
Lafadz sujud tilawah:
سجد وجهي للذى خلقه وصوّره وشق سمعه وبصره بحو له وقوته فتبرك الله
احسن الخا لقين
Jika
tidak melakukan sujud, maka sebagai gantinya Qori’ membaca :
سبحا ن الله والحمد لله ولا اله الّا الله والله اكبر ولا حول ولا
قوّة الّا با لله العليّ العظيم
Sekian pembahasan singkat tentang Ghoribul Kalimat, tentunya masih
banyak materi yang belum tersampaikan pada artikel ini, dikarenakan terbatasnya
kemampuan penulis dalam menguraikan materi dalam bentuk tulisan. Semoga apa
yang bisa penulis sajikan dapat bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada masukan
bisa d tulis pada kolom komentar.
النّاس
انفعهم لنّاسخير
Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia.
بلّغوا عنّى و لو اية
“sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”
(HR. BUKHARI)
Related Posts
