-->

KEUTAMAAN MENCARI ILMU


JANGAN MALU UNTUK MENCARI ILMU

pentingnya mencari ilmu


Kita semua tahu akan pentingnya ilmu, anjuran dan pentingnya menuntut ilmu pun sudah sangat banyak dan sering kali baik kita dengar oleh para agamawan atau kita baca dari berbagai buku. Melalui wahyu Allah Swt yang pertama sudah kita ketahui akan pentingnya ilmu. QS Al-Alaq ayat 1-5. Dari ayat pertama yang memerintahkan untuk mengawali mencari ilmu dengan mengingat Tuhan yang telah menciptakan kita, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kemudian pada ayat kedua memberitahu manusia tentang asal mula penciptaan manusia yang berasal dari segumpal darah, kemudian pada ayat ketiga berupa motivasi kepada para pencari ilmu bahwa Allah akan memberikan kemulyaan kepada hamba-Nya yang mencari ilmu, lalu ayat keempat cara Allah Swt dalam memberikan pengetahuan, dan yang terakhir menegaskan bahwa sesunguhnya yang mengetahui hanyalah Dia, Dzat Yang Maha Mengetahui.

Namun, masih banyak dari kita yang malu-malu membaca terutama membaca buku di tempat umum, karena dan sangat disayangkan lagi kegiatan membaca masih belum membudaya di kalangan masyarakat indonesia, apalagi sekarang peran buku hampir terkalahkan dengan HP, masyarakat lebih suka membaca pesan di WA atau kata kata di medsos dari pada membaca satu buku utuh. Banyak yang tidak bangga dengan belajar terutama dengan membaca buku. Banyak yang takut mendapat julukan kutu buku. Karena populernya, kutu buku itu dianggap nggak gaul, makhluk anti sosial, kuper, dan lain-lain. Karena dianggap temennya cuma buku, bukan berteman dengan manusia. Padahal kan nggak gitu ya?

Generasi muslim seharusnya bangga dengan kegiatan yang baik. Jangan sampai julukan kutu buku lalu kita benci sama buku. Jangan sampai ejekan sok pintar lalu kita enggan untuk belajar. Ketika kebanyakan remaja lebih bangga memamerkan kelakuan buruknya, kita harus berbangga dengan aktivitas yang produktif. Masa yang koruptor aja senyum-senyum sambil melambaikan tangan di depan kamera kita yang berbuat kebaikan justru minder, nggak lucu kan?

Jangan malu untuk membaca di tempat umum. Karena dengan membaca kita akan mendapatkan ilmu meskipun bacaan kita itu itu saja, sebenarnya ketika kita membaca kembali buku yang telah kita baca, maka akan menambah pengalaman dan kesan yang baru, nggak percaya? Buktikan aja sendiri.
Dan jangan pernah takut ketika kita menyibukan diri dengan mencari ilmu umur kita terbuang sia-sia, takut nanti telat kaya sama temen kita yang udah pada kerja. Ada sebuah kisah yang saya ambil dari kitab Alfu Qishshotin wa Qishshotin min Qishshoshis Sholihin was Sholihat wa Nawadiriz Zahdin waz Zahidat.

Imam Ibrahim bin Adham melihay ada seorang laki-laki yang tengah bersedih. Laki-laki itu terlihat murung dengan tatapan mata kosong.

“Hai, aku bertanya kepadamu tiga hal, jawablah!” kata Imam Ibrahim.

“Ya, silakana,” jawab laki-laki itu.

“Apakah di alam semesta ini ada sesuatu yang tidak dikehendaki oleh Allah?”

“Tidak ada.”

“Apakah rejekimu bisa berkurang dari apa yang sudah ditakdirkan Allah kepadamu?”

“Tidak”

“Apakah umurmu bisa berkurang sebentar saja di masa yang sudah ditetapkan Allah kepadamu?”

“Tidak”

“Lalu, mengapa kamu sekarang sedih?” tegas Imam Ibrahim bin Adham.

Laki-laki itu terdiam merenungi petuah bijak yang mampu menyalakam semangat hidupnya yang tadinya sempat padam itu.

Dari cerita di atas mungkin agak nggak nyambung ya dengan keutamaan mencari ilmu? Hehehe, tapi perlulah kita ingat bahwa semua yang ada di alam ini tidak lepas dari kehendak Allah Swt, maka janganlah bersedih atau minder kalau ada temen kita yang nggak suka dengan cara hidup kita. Sibukkanlah dirimu dengan ilmu.

“Barang siapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan jalan baginya ke surga.”(HR. Muslim)

Lah, kalau udah tau begini, trus kenapa harus minder membaca buku terutama di tempat umum, ketika menunggu bis datang, atau pas kuliah trus dosennya nggak datang, atau ketika bingung mau ngapain, baca buku aja. Lebih-lebih kalau mau mengamalkan apa yang telah kita pelajari.

Mu’adz bin Jabal ra, berkata, “Pelajarilah ilmu, karena mempelajari ilmu karena Allah itu mencerminkan ketakutan, mencarinya adalah ibadah, mengkajinya adalah tasbih, mencarinya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang belum mengetahui adalah sedekah, membelanjakannya untuk keluarga adalah taqarrub. Ilmu adalah pendamping saat sendirian dan teman karib saat menyepi.”


mencari ilmu


Sumber Tulisan:

A. Rifa'i Rif'an. Menjadi Pemuda Bertauhid, Berakhlak, Berprestasi

Hani Al-Hajj. Alfu Qishshotin wa Qishshotin min Qishshoshis Sholihin was Sholihat wa Nawadiriz Zahdin waz Zahidat.

Bisri Mustofa. Al-Ibriz Ma'rifatut Tafsir Al-Qur'an Al-Aziz

0 Response to "KEUTAMAAN MENCARI ILMU"

Post a Comment

Silahkan komentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan, apabila ada kritik atau saran mohon disampaikan dengan sopan.