PENGERTIAN WAHYU SECARA UMUM
Thursday, February 7, 2019
Edit
PENGERTIAN WAHYU SECARA UMUM
“Sesungguhnya
Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu
kepada Nuh dan nabi-nabi kemudiannya.” (QS.
An-Nisa’: 63)
Banyak sekali definisi wahyu yang di
ungkapkan al-Quran, baik kepada para nabi seperti yang diungkapkan pada ayat
diatas, kepada manusia, hewan, juga setan. Tentunya pengertian tersebut
beragam, terganting dari konteks pembahasannya. Berikut ini akan di jelaskan definis
wahyu yang diungkapkan al-Quran.
Definisi
wahyu secara bahasa adalah pemberitahuan secara tersembunyi dan cepat. Bisa
juga disebut sebagai ilham naluriah pada hewan sebagaimana firman Allah:
“Dan
Tuhanmu mewahyukan kepada lebah.” (QS.
An-Nahl: 68)
Wahyu
yang dimaksud pada ayat ini adalah potensi yang bersifat naluriah yang
dianugrahkan Allah kepada lebah sehingga secara sangat rapi dan mudah melakukan
kegiatan-kegiatan serta memproduksi hal-hal yang mengagumkan. Apa yang
dilakukannya tidak ubahnya seperti sesuatu yang diajarkan dan disampaikan
kepadanya secara sembunyi. Dari sini, nurani yang dianugrahkan Allah itu
dinamai wahyu. Demikian ungkap Quraish Shihab dalam Al-Misbahnya.
Definisi
wahyu menurut agama adalah firman Allah. Yang diturunkan kepada para nabi.
Insting
yang diberikan kepada manusia. Seperti wahyu yang diberikan kepada ibunda Nabi
Musa as “Dan kami wahyukan kepada ibu Musa: ‘Susuilah Dia, dan apabila kamu
khawatir terhadapnya. Maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil), dan janganlah kamu
khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan
mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.” (QS.
Al-Qhashas: 7).
Yang dimaksud wahyu dalam ayat ini adalah mimpi yang dialami oleh ibu
Musa, dalam mimpi tersebut dijelaskan dalam ayat di atas perintah kepada ibu
Musa untuk menyusui Musa, dan apabila ia khawatir akan keselamatan Musa,
dikarenakan pada zaman itu, semua orang yang melahirkan anak laki-laki akan
langsung dibunuh oleh anak buah fir’aun, akhirnya ibu Musa menghanyutkannya ke
sungai Nil.
Insting
yang diberikan kepada binatang. Seperti firman Allah “Dan Tuhanmu mewahyukan
kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di
tempat-tempat yang dibikin manusia.” (QS. An-Nahl: 68)
Ayat ini telah
dijelaskan dimuka.
Isyarat
yang disampaikan dengan cepat. Seperti firman Allah: “Maka ia keluar dari
mihrab menuju kaumnya lalu memberi wahyu kepada mereka, ‘Hendaklah kalian
bertasbih di waktu pagi dan petang.” (QS. Maryam: 11)
Ayat ini masih
memiliki ketersambungan dengan ayat sebelumnya. Ketika Nabi Zakariyah
mendapatkan informasi dari Allah bahwa beliau akan mendapatkan keturunan. Namun,
karena kondisi beliau yang sudah tua dan istrinya yang mandul, Nabi Zakariyah
tidak bisa langsung menerima berita ini, bukannya tidak percaya akan kuasa
Allah, tetapi karena berita ini adalah satu berita yang sungguh di luar
kebiasaan. Maka Nabi Zakariyah meminta tanda agar beliau bertambah yakin dan
lebih bergembira sehingga beliau dapat segera melipatgandakan kesyukuran kepada
Allah. Kemudian Allah memberikan tanda kepada Nabi Zakariyah berupa dicabutnya
kemampuan berbicara beliau selama tiga hari tiga malam. Sehingga ketika beliau
bertemu dengan kaumnya, beliau hanya memberi isyarat tanpa berkata-kata.
Pemberitahuan
Allah kepada para Malaikat. Seperti firman-Nya: “Ingatlah ketika Tuhanmu
mewahyukan kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah
pendirian orang-orang yang telah beriman.” (QS. Al-Anfal: 12)
Yang dimaksud
wahyu dalam ayat ini adalah perintah Allah kepada para malaikat untuk ikut
membantu para pejuang perang badr. Dan Allah meyakinkan Nabi Muhammad, bahwa
siapa saja yang ditemani-Nya pasti akan menang.
Bisikan
setan. Seperti tersebut dalam firman Allah: “Dan demikianlah Kami jadikan
bagi tiap-tiap nabi musuh, yaitu setan-setan dari jenis manusia dan jin,
sebagian mereka mewahyukan (membisikkan) kepada sebagian yang lain
perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia. Jikalau Tuhanmu
menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan
apa yang mereka ada-adakan.” (QS. Al-An’am: 112).
Wahyu yang
dimaksud dalam ayat ini adalah bisikan setan kepada sebagian setan manusia atau
setan jin yang lain berupa kata-kata yang indah untuk tujuan menipu siapa yang
taat kepada Allah.
Perkataan
Allah kepada manusia. Untuk manusia-manusia yang dipilih oleh Allah yaitu
dengan cara wahyu, di balik tabir, atau dengan mengutus malaikat sebagai
perantara untuk menyampaikan wahyu yang dikehendaki-Nya. Allah berfirman:
“Dan tidak ada
bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan
perantara wahyu atau di belakang tabir, atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat)
lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang dia kehendaki. Sesungguhnya
Dia Maha Tinggi Maha Bijaksana.” (QS.
Asy-Syura: 51)
Manusia yang
dimaksud dalam ayat ini adalah para Nabi. Maka apa yang dimaksud wahyu dalam
ayat ini adalah informasi secara cepat ke dalam kalbunya (para Nabi) tanpa
perantara siapa pun. Menurut al-Biqa’i wahyu disini dapat mencakup pemberian
informasi tanpa perantara dan dengan cara yang tersembunyi. Ia dapat juga
berbentuk ilham atau mimpi atau juga dengan cara lain, baik Allah menganugrahkan
kepada yang menerima wahyu itu kemampuan mendengar—dan ini adalah peringkat
tertinggi—atau juga disertai dengan pandangan maupun tidak.
Demikianlah sekelumit
beragam definisi wahyu yang diungkapkan al-Quran dengan berbagai konteks
pembahasannya, semoga bermanfaat serta menambah keimanan kita kepada Allah SWT
dengan sebenar-benarnya iman. Amiin
Sumber Tulisan:
Ibrahim El-Deed
, Be a Living Quran
Tafsir Al-Misbah,
M. Quraish Shihab
Tafsir Jalalain,
Jalaludin al-Mahali, Jalaludin as-Syuyuti
Related Posts