YANG PERTAMA dan YANG TERAKHIR DITURUNKAN dari AL-QURAN
Sunday, February 17, 2019
Edit
YANG PERTAMA dan YANG TERAKHIR DITURUNKAN dari AL-QURAN
Yang pertama kali diturunkan:
اقرأ باسم ربّك الذى خلق ٭ خلق الانسن من علق ٭ اقرأوربك الاكرم *
الذى علم بالقلم * علم الانسن ما لم يعلم*
“Bacalah
dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia
dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan
manusia dengan perantara kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak
diketahuinya.” (QS. Al-Alaq:
1-5)
Diturunkan
di Gua Hira yang terletak di puncak Jabal Nur di pinggiran kota Makkah, tiga
belas tahun sebelum hijrah.
Untuk
ayat yang terakhir diturunkan, ada perbedaan diantara para ulama.
Ada yang
mengatakan bahwa ayat yang terakhir turun adalah QS. Al-Baqoroh: 281.
واتقوا يوما ترجعون فيه الى الله ۖ
ثم توفى كل نفس ما كسبت وهم لايظلمون
“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang
terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah,
kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang
telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dicurangi). (QS. Al-Baqoroh: 281)
Diturunkan
di kota Madinah pada tahun 10 Hijriah.
Pendapat
lain mengatakan bahwa ayat yang terakhir turun adalah QS. Al-Maidah: 3.
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging)
hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul,
yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat
kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan
pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan
fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu,
tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu,
dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai
agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat
dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Al-Maidah: 3)
Turun
di Arafah pada saat Rasul melaksanakan haji wada pada tahun sepuluh, sementara
beliau wafat pada awal-awal tahun sebelas. Informasi ini menjadi sangat populer
di kalangan umat Islam hanya karena kandungannya yang menjelaskan telah
sempurnanya Islam. Namun, dikarenakan tenggang waktu yang sangat lama ini,
informasi bahwa ayat tersebut adalah ayat terakhir tidak pernah disebut dalam
catatan-catatan penting al-Quran.
Dan pendapat
yang lain diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Ibnu Abbas—juga diinformasikan
oleh al-Baihaqi, Ahmad, Ibnu Majjah dan Ibnu Murdawayh dari ‘Umar, bahwa ayat
terakhir adalah ayat riba QS. Al-Baqoroh: 278-280. Informasi ini dinilai kuat. Akan
tetapi ada lagi informasi yang tak kalah kuatnya adalah informasi Bukhari dan
Muslim, bahwa ayat terakhir adalah ayat dayn (hutang) QS. Al-Baqoroh: 282.
Kesimpulannya,
pendapat yang paling kuat adalah ayat yang menyatakan bahwa ayat terakhir
adalah QS. Al-Baqoroh: 278-282. Meskipun pada ayat 278-280—yang menyinggung
transaksi yang mengandung riba—terkesan muncul ketidak harmonisan dengan ayat
281—yang menjelaskan tentang hari akhir—kemudian dilanjutkan dengan ayat ketiga
yang menyoal hutang piutang, akan tetapi ketidak harmonisan ini dapat
ditengahi, bahwa ayat yang tengah merupakan penguat antara ayat 278-280 dan
ayat 282. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam, bahwa perintah dan larangan
Al-Quran tidak hanya selesai pada urusan duniawi, akan tetapi juga ada
tuntutannya pada hari pembalasan nanti.
Sekian.
. .
Related Posts
